Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Capital Inflow Ancam Bisnis Indonesia

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui defisit anggaran Bank Indonesia (BI) dalam Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) 2011 sebesar Rp45 triliun. Defisit anggaran itu dianggap rawan goncangan derasnya arus capital inflow bisnis Indonesia.

Sebagai catatan, bank sentral mengusulkan defisit anggaran kebijakan pada 2011 sebesar Rp45 triliun. Angka itu menunjukkan ada peningkatan 32,4% jika dibandingkan dengan defisit anggaran kebijakan bank sentral di 2010 yang sebesar Rp37 triliun.

Sementara anggaran Operasional, bank sentral mengungkapkan di 2011 akan mencatat surplus sebesar Rp17,35 triliun. Di mana rencana penerimaan anggaran operasional sebesar Rp22,6 triliun dan pengeluaran sebesar Rp5,2 triliun.

Rencana pengeluaran anggaran operasional di 2011, yakni anggaran pengelolaan gaji dan penghasilan lain yang naik 2,46% sebesar Rp47,6 miliar dari tahun 2010 menjadi sebesar Rp1,98 triliun.

Hal tersebut dinilai pengamat pasar modal Farial Anwar sebagai langkah yang sangat riskan. Jika terjadi bersamaan maka akan berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia. “Goncangan terhadap pelemahan rupiah yang tidak terukur, pasar modal menurun tajam, pelarian dalam jumlah besar ke dollar,” ujar Farial.

Menurut Direktur Currency Management Group ini, jika 2012 modal BI ada di titik dua triliun rupiah, kondisi tersebut membebani  pemerintah karena harus menginjeksi anggaran besar. Dari alasan itu, cukup sulit membendung arus deras capital inflow.

“Kita (Indonesia) bodoh, tidak belajar dari pengalaman, dan tak berdaya menghadapi gempuran hot money dari asing,” kata dia. Sejak awal kemunculan capital inflow lebih banyak merugikan daripada menghadirkan manfaat di negara-negara yang sedang berkembang.

Tetapi, seharunya Indonesia menyadari bahwa pada 1997 pernah krisis ekonomi, ironisnya kesulitan itu hanya dikendalikan oleh beberapa spekulator di pasar modal “Kita ini seolah-olah sangat mengagungkan asing, padahal uang panas begini tidak ada manfaatnya,” cetus Farial.

Faktanya, para investor spekulan itu tidak pernah berniat serius membangun pabrik di Indonesia. Negara juga tak diuntungkan oleh keuntungan profit penjualan produk kerjasama. "Thailand dan Malaysia tegas tak mau membiarkan diserbu hot money, sebab mereka tahu untung ruginya,” cetus Farial. Beda dengan Indoneia yang pola pikir (mindset) seolah-olah menghamba orang asing.

Lantas, bagaimana kebijakan efektif untuk BI agar tak banyak menggerus anggaran pemerintah sekaligus menangkis serangan “uang panas”. Farial pesimis menaruh kepercayaan kepada kekhawatiran capital flow itu. Masalahnya, Indonesia selama ini memiliki Undang-undang No. 24 Tahun 1999 tengang lalu lintas devisa bebas.

“Intinya, para pemegang kebijakan itu punya keberanian atau tidak untuk tegas membatasi aturan main di pasar modal?” Tuturnya. Paling tidak, yang dilakukan jangka pendek adalah merevisi Undang-undang No. 24 tahun 1999 dan terus tidak bosan mensosialisasi masyarakat. Misalnya, di dalam UU itu nanti tercantum ketentuan investasi berapa lama, satu tahunkah, seperti yang diterapkan Singapura.


View the original article here

Peluang Bisnis di Indonesia: Menjadi Distributor

Bidang pengadaan barang dan jasa menjadi bidang yang paling banyak korupsinya. Jangan melihat sisi negatifnya, tapi ini berarti ada banyak peluang usaha dibidang ini. Salah satu cara untuk masuk ke bidang ini adalah dengan menjadi distributor. Inilah peluang bisnis di Indonesia yang cukup empuk.

Jalan Menuju Distributor

Modal adalah syarat pertama yang harus dimiliki. Modal inilah yang akan menggiring Anda menjadi seorang distributor. Lalu, tetapkan jenis bisnis apa yang ingin Anda mainkan. Bermain dipakaian anak-anak, pakaian remaja dan dewasa, atau fast-moving product, seperti makanan, obat-obatan, ATK (alat tulis dan kantor).

Dengan suku bunga bank yang masih di kisaran 6 persen, daripada mengendapkan uang dideposito, sepertinya menjadi distributor dengan keuntungan minimal 10 persen cukup menjanjikan masa depan. Dengan berbisnis, tidak hanya uang yang didapat, tetapi teman dan silaturahmi jalan terus.

Riset pasar dan risiko yang mungkin akan ditanggung harus benar-benar dipelajari sebelum benar-benar 100 persen terjun menjadi distributor. Analisis setiap pasal yang tertera pada peraturan yang telah ditetapkan pihak produsen. Jangan sampai, sebagai distributor, Anda hanya menjadi tempat pembuangan barang-barang cuci gudang. Kalau barangnya bagus dan masih punya nilai jual, tidak apa-apa. Kalau tidak, kerugian sudah pasti ada di depan mata.

Distributor Pelumas

Mempunyai modal besar dan kemampuan networking yang baik, menjadi distributor pelumas PT Pertamina atau perusahaan asing adalah pilihan yang tepat. Apalagi, kalau Anda berkedudukan di wilayah dengan perusahaan tambang batu bara, minyak, dan perusahaan tambang lainnya, seperti di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Batu bara yang masih menjadi primadona sumber energi fosil paling murah masih menjanjikan keuntungan besar. Perusahaan tambang tersebut pasti membutuhkan pelumas dengan kapasitas yang banyak. Pelumas (oli) mesin, oli hidrolik, dan lain-lain. Pertamina tidak mungkin menjual retail langsung kepada perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, Pertamina akan menjalin kerja sama dengan beberapa distributor. Bila satu perusahaan saja sudah bisa memberikan pemasukan 500 juta rupiah per bulan, cukup 10 perusahaan saja sudah bisa membuat perusahaan distributor Anda maju pesat. Tidak mudah memang, tetapi bisa dicoba.

Distributor Obat

Haruskah tahu tentang obat-obatan sebelum menjadi distributor obat? Kalau tahu, bagus. Kalaupun tidak tahu, tidak jadi masalah. Anda bisa menjalin kerja sama dengan orang yang tahu tentang obat. Tinggal dibagi saham atau jadikan saja orang tersebut sebagai pegawai Anda. Bisnis obat-obatan cukup menggiurkan karena obat-obatan tidak jauh berbeda dengan makanan. Kebutuhan yang banyak dicari orang. Jalin hubungan baik dengan apotek yang menjadi corong penjualan produk obat-obatan tersebut.

Distributor Makanan dan Minuman Ringan

Inilah salah satu bisnis fast-moving product yang cukup menguntungkan. Namun, harus diingat bahwa hendaknya Anda menjadi distributor makanan dan minuman yang sehat dengan harga tidak terlalu mahal. Bila menjadi distributor makanan tidak sehat, itu artinya sama saja Anda menyebarkan racun ke tengah masyarakat Indonesia. Agak sulit memang, tetapi berbisnis juga harus mengikuti etika dan hati nurani. Tidak asal terkam dan terjang demi keuntungan yang mungkin tidak seberapa.


View the original article here

Naik 13 Juta, Pengguna Internet Indonesia 55 Juta Orang

Hasil riset memperlihatkan bahwa pertumbuhan penggunaan Internet di Indonesia terus meningkat. Jika di tahun 2010 lalu rata-rata penetrasi penggunaan Internet di kota urban Indonesia masih 30-35 persen, di tahun 2011 ini ditemukan oleh MarkPlus Insight bahwa angkanya sudah di kisaran 40-45 persen.Hasil riset, yang dirilis oleh Majalah Marketeers ini, dilakukan oleh MarkPlus Insight terhadap 2161 pengguna Internet di Indonesia memberikan gambaran jelas mengenai tren penggunaan Internet di Indonesia. Menurut MarkPlus Insight, jumlah pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2011 ini sudah mencapai 55 juta orang, meningkat dari tahun sebelumnya di angka 42 juta.Studi terhadap urban netizen di Indonesia ini dilakukan pada bulan Agustus – September 2011 di 11 kota besar antara lain Jakarta, Bodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Denpasar, Pekanbaru, Palembang, dan Banjarmasin.Mereka yang diriset adalah pengguna Internet, usia 15-64 dari SES ABC dan menggunakan Internet lebih dari 3 jam sehari. Satu yang diangkat menjadi payung utama dalam riset tahun ini adalah mengenai nilai-nilai, perilaku dan gaya hidup para pengguna Internet di Indonesia.Angka pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia masih didominasi oleh anak muda dari kelompok umur 15-30 tahun. Di masing-masing kota yang disurvei oleh MarkPlus Insight, sekitar 50 persen hingga 80 persen dari pengguna Internet merupakan kaum muda. Dari riset ini terkuak pula pertumbuhan jual/beli online sebesar 100 persen pada tahun 2011 dibanding tahun 2010. Seperempat pengguna Internet memiliki alat untuk melakukan e-payment. Di antara alat yang tersedia, SMS dan Internet banking menjadi yang paling populer. Internet banking didominasi oleh dua bank yaitu Bank Mandiri yang kuat di luar Jawa dan Bank BCA di pulau Jawa.Tren meningkatnya penggunaan Internet Banking di Indonesia dapat pula dilihat dari trafik pengunjung ke KlikBCA.com dan bankmandiri.co.id yang kini berada di peringkat 15 dan 28 website terpopuler di Indonesia menurut Alexa.com.Riset Netizen 2011 oleh MarkPlus Insight ini juga memberikan indikasi bahwa rata-rata pengguna Internet di Indonesia mengakses melalui smartphone dan notebook.Dari sini juga terkuak bahwa mayoritas pengguna Internet aktif di Indonesia mengganti ponsel mereka dalam satu tahun belakangan, dengan alasan yang sifatnya emosional antara lain karena ingin mengikuti model terbaru, mengikuti tren sosial, atau bahkan sekedar menambah koleksi. Penetrasi mobile Internet di Indonesia saat ini sebesar 57 persen. Dari segi jumlah populasi, data dari MarkPlus Insight mengatakan bahwa saat ini ada 29 juta mobile Internet user di Indonesia. Dengan maraknya gadget baru yang berkembang dan ditunjang pula oleh semakin terjangkaunya harga paket mobile Internet yang ditawarkan oleh operator seluler, angka ini meningkat sebesar hampir 100 persen dari tahun sebelumnya yaitu 16 juta orang. Angka populasi pengguna mobile Internet di Indonesia menurut riset MarkPlus Insight ini tidak menghitung berapa besaran jumlah gadget yang aktif terhubung dengan Internet. Di riset ini juga terkuak bahwa rata-rata netizen di Indonesia punya gadget lebih dari satu yang terkonek dengan Internet.

View the original article here

 
© 2009 Bakso Mesra Ponorogo | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan